Profil Kepala Sekolah SMAN 1 Pare

4
872

IMG_7386Hay!!, kalian anak SMA negeri 1 pare?  pasti kenal sama bapak ini kan, yup! Beliau adalah Bapak Roziq S.Pd M.Si atau yang akrab dipanggil Pak Roziq selaku Kepala SMA N 1 pare, pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian tentunya. Lahir di Tulungagung, 18 Juli 1963 dan sekarang tinggal di Ngasem Keras yang punya jarak sekitar 40 km dari Pare. Jalur pendidikan yang ditempuh beliau saat SD dan SMP ada di Tulungagung, SMAN 1 Tulungagung dan setelah lulus beliau melanjutkan kuliah S1 di IKIP Malang atau yang lebih dikenal sekarang Universitas Malang dan S2 di Uniersitas  Wijaya Putra Surabaya. Perjalanan karir beliau dimulai ketika menjadi guru di SMA Magetan tahun 1988, di sana beliau juga menjabat sebagai pembina Pramuka dan OSIS, kemudian pada tahun 1994 beliau pindah ke SMA 1 Wates dan menjabat sebagai Wakasek Kesiswaan. 16 tahun setelah itu pada bulan oktober 2010 beliau mengikuti tes Kepala Sekolah dan dari 15 peserta, beliau adalah satu-satunya peserta yang berhasil lulus. Setelah lulus tes tersebut beliau diangkat menjadi Kepala Sekolah SMA ngadiluwih, SMA Grogol, dan yang terakhir sekarang tentunya di SMAN 1 Pare ini.

Berkat jerih payah beliau, prestasi demi prestasi terus diraih, SMA grogol berhasil menjadi SMA Adiwiyata Nasional dan sekarang SMAN 1 PaIMG_7380re berhasil menjadi sekolah “RUJUKAN” yang berarti sekolah panutan atau percontohan. Memang prestasi yang patut diacungi jempol. Bapak roziq mengatakan kalau menjadi Kepala Sekolah itu sebenarnya banyak sukanya, namun tidak bisa dipungkiri kalau duka pasti ada, dan salah satu duka yang dirasakan adalah saat nilai para siswanya jelek, tidak naik kelas, ataupun nakal. Namun, untuk meminimalkan duka tersebut beliau berusaha agar siswa SMANSA dapat berprestasi sesuai dengan minat dan bakat, dengan cara mengikutsertakan para murid dalam berbagai perlombaan, karena lomba dapat mengasah rasa kompetensi setiap anak dan jika rasa kompetensi terasah dapat membantu mereka untuk masuk keperguruan tinggi. Salah satu hal yang dapat kita contoh dari sosok “Bapak SMANSA” ini adalah motto hidupnya “Man Jadda Wa Jadda” yang artinya, siapa yang akan bersungguh-sungguh maka hasilnya akan luar biasa. Oleh karena itu,semua pekerjaan harus dinikmati dan dilakukan dengan niat yang tertata dengan baik dan harus diwujudkan dengan kerja nyata. Selain menjadi kepala sekolah beliau bercita-cita ingin menjadi orang tua yang berhasil mendidik ketiga anaknya dan menjadi panutan bagi istrinya, ibu Nurul Qomariyah dan keluarganya serta orang-orang di sekelilingnya. (wdy)

 

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here