Kepala TU Pak Handrijas

0
302

Pak Handrijas Setiawan atau yang biasa disapa Pak Han merupakan Kepala TU di SMAN 1 Pare sejak 2 tahun lalu, yaitu sekitar akhir  tahun 2014 menggantikan Pak Samsul Qomar yang sudah pensiun. Selain itu beliau adalah salah satu guru matematika kelas 12. Alasan yang dijabarkan beliau mengenai jabatan kepala TU karena ditunjuk oleh bapak kepala sekolah. Adanya kekosongan jabatan selama 3 tahun dibagian tersebut mengharuskan beliau mengisi posisi itu. Berbeda dengan kepala TU lainnya, karena biasanya kepala TU akan ditunjuk oleh Pemerintah Daerah dan akan diberi Surat Keputusan (SK). Namun, disini kepala sekolahlah yang berhak mengangkat beliau menjadi kepala TU.

Tugas staf  TU diantaranya membuat daftar gaji setiap bulannya, menjadi resepsionis saat ada tamu yang berkunjung ke sekolah, membuat usulan pensiun dan usulan BPJS, serta mengurusi pembelian barang, dll. Sedangkan tugas Pak Han sebagai kepala TU adalah mengatur staf sesuai dengan tugas masing-masing. Sebagai kepala TU beliau mengatur 11 orang staf, walaupun sebenarnya peraturan pemerintah maksimal hanya 7 orang, tetapi karena menjadi staf  TU bersifat temporer jadi ada staf lain yang merangkap tugasnya, seperti Bu Dwi Mujirahayu yang merangkap menjadi penjaga di UKS. Tetapi, saat ada tugas yang banyak dan membutuhkan banyak bantuan, maka semua staf akan bekerja.

Syarat menjadi staf  TU adalah harus memiliki ijazah, kebanyakan staf TU SMAN 1 Pare hanya lulusan SMA hanya beberapa saja yang lulusan S1. Seperti Bu Wanida yang hanya memiliki ijazah SMA, namun beliau ahli mengurus bendahara gaji, sehingga beliau mendapat tugas sebagai pembuat daftar gaji.

Hal yang sangat berkesan bagi pak Handrijas menjadi kepala TU adalah beliau lebih bisa bersosialisasi dengan staf  TU, kepala sekolah, guru, dan wali murid. Selain itu, beliau juga dapat mengetahui karakter guru dengan mudah. Kecintaan beliau terhadap sekolah tercinta, membuat beliau memiliki harapan besar untuk sekolah ini.  Hal yang beliau harapkan adalah semua warga sekolah agar lebih memperhatikan kebersihan dan kerapian, terutama untuk kelas X, XI, XII agar menjaga kebersihan di sekitar lingkungan kelas. Contohnya, apabila tong sampah sudah penuh tetapi belum dibuang pak bon sebagai pembersih sekolah, seharusnya siswa  yang piket membuangnya di penampungan sampah depan. Beliau yakin apabila hal kecil seperti itu diterapkan dengan baik di sekolah, sedikit demi sedikit akan merubah sikap kepedulian tinggi siswa terhadap lingkungan. (ZAL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here