Profil Kepala Laboratorium Komputer

0
227

Sogie, kenalan lagi dong sama guru satu ini. Artisnya smansa di bidang IT ini benar-benar membuat banyak kemajuan untuk sekolah kita. Masalah teknologi, guru ini jagonya. Di edisi kali ini, Gesit hadir dengan profil guru Bapak Margo Ridho Leksono yang lahir pada 19 Oktober 1981. Kita akan banyak mengusik mengenai beliau.

Bapak Margo Ridho Leksono memiliki seorang istri yang merupakan ibu rumah tangga bersama dua malaikat kecilnya. Mereka menetap di Bulu, Mukuh, Kayen kidul. Jabatan beliau di sekolah kita adalah seorang guru sekaligus seorang kepala Laboratorium. Beliau merupakan orang yang memiliki suara lembut dan sikap ramah kepada siapapun.

Memulai pendidikannya di SD BPPI selama enam tahun, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP N 2 Pare. Hingga sampai di Menengah Akhir yang menjadi pilihan untuk ditempuhnya ialah sekolah tercinta kita, SMA Negeri 1 Pare. Guru dengan hobi memancing ini kemudian melanjutkan pendidikannya di sebuah universitas dengan jurusan yang diambilnya. yaitu komputer. Beliau mulai bekerja di SMA N 1 Pare sekitar tahun 2006, pada saat itu seseorang menghubungi beliau untuk berkerja di SMA ini karena ada bagian yang kosong. Setelah kabar menghangatkan itu sampai di telinga beliau, akhirnya beliau mengambil lowongan tersebut. Namun, sebelum bekerja di SMA N 1 Pare ini, Pak Margo juga pernah bekerja di sebuah perusahaan di kota Surabaya, dibagian keuangan.

Seperti yang telah disebutkan, Pak Margo adalah seorang guru sekaligus kepala Laboratorium. Untuk kepala Laboratorium ini sudah bisa ditebak karena beliau adalah lulusan S2 jurusan komputer. Namun, saat berada di kelas, beliau merupakan guru sejarah untuk kelas X. Kok bisa? Karena semangat yang dimiliki beliau mengantarkan beliau untuk terus mengembangkan ilmu yang dimilikinya, seperti sekarang ini.

Demi mengejar itu beliau menempuh kembali S1 dibidang Sejarah. Pembelajaran beliau sangat menarik, teknik yang digunakan beliau dirancang sedemikian rupa untuk membuat para siswa sangat aktif di kelas, meski biasanya sejarah identik dengan kata membosankan, namun, metode untuk belajar supaya melakukan presentasi dan aktif bertanya, membuat anggapan membosankan tentang sejarah bisa dihilangkan. Diakhir wawancara Pak Margo memberi pesan untuk siswa-siswi SMA N 1 Pare untuk terus semangat dalam belajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here