Atmosfer berbeda menyelimuti GOR SMA Negeri 1 Pare pada pagi ini. Ratusan siswa kelas 10 dan 11 berkumpul dengan tampilan yang memukau dalam rangka memperingati Hari Kartini. Nuansa tradisional begitu kental terasa saat para siswa laki-laki tampil gagah dengan pakaian adat Nusantara, sementara siswi perempuan tampil anggun mengenakan kebaya, menciptakan harmoni visual yang melambangkan kekayaan budaya sekaligus penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Upacara peringatan berlangsung khidmat dengan Sriwanti, S.Pd. bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa esensi Hari Kartini di era modern bukan sekadar perayaan seremonial mengenakan busana daerah, melainkan momentum bagi generasi muda untuk memperkuat literasi dan keberanian berpikir. Beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadi “Kartini Masa Kini” yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pemilihan GOR sebagai pusat kegiatan memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk mengikuti prosesi upacara dengan penuh konsentrasi meski di tengah antusiasme yang tinggi. Selain upacara inti, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi terhadap nilai kesetaraan dan pendidikan yang diperjuangkan Kartini. Para siswa tampak antusias memaknai setiap rangkaian acara sebagai bentuk refleksi atas hak pendidikan yang kini bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa sekat gender. Melalui peringatan ini, SMA Negeri 1 Pare berharap semangat juang Kartini dapat terinternalisasi dalam karakter setiap siswa. Dengan semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, sekolah berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, dan tetap memegang teguh akar budaya bangsa di tengah arus modernisasi yang kian kencang. Peringatan hari ini menjadi bukti bahwa api semangat Kartini akan selalu menyala di hati para pendidik dan pelajar di SMANSA Pare.